Burung Cendrawasih: Jenis dan Cara Pelestariannya

Burung Cendrawasih – Anda pasti kenal dengan burung cantik satu ini, Ia berhasil menjadi daya tarik Provinsi Papua. Burung cenderawasih memang menyenangkan. Melihat warna bulunya yang cerah sehingga menarik perhatian, mulai dari kuning, hijau, merah, dan biru.

Nah, bagi Anda yang belum mengetahui seperti apa karakteristik burung cendrawasih bisa langsung melihat gambarnya di bawah ini. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui beberapa jenis burung cendrawasih dan cara pelestariannya sebagai berikut.

Mendekati dan Mengamati Burung Cendrawasih

Burung cenderawasih memang termasuk salah satu spesies terlindungi. Tetapi jika Anda ingin menikmatinya di alam liar, ada beberapa wisata Daerah Papua, yaitu Mamberamo Foja, Wamena, Merauke dan lainnya yang juga mengoleksi burung cenderawasih untuk kebutuhan wisata.

Pertama yang harus Anda lakukan ketika akan mendekati burung cendrawasih adalah jangan mandi atau memakai parfum dan wewangian. Karena indera penciuman burung ini sangat tajam dan sensitif sehingga si Cenderawasih cenderung akan menjauh atau bertingkah berlebihan.

Selain itu, sebaiknya pengunjung tidak mengeluarkan suara-suara berisik ketika berada di wilayahnya. Sebab, selain memiliki indera penciuman sensitif, burung ini juga mepunyai indera pendengaran cukup tajam.

Bahkan jika memungkinkan, Anda dianjurkan memakai pakaian gelap dan bersembunyi di balik pohon agar tidak terlihat olehnya.

Karakteristik Burung Cendrawasih

Beberapa karakteristiknya sebagai berikut:

1. Habitat

Jika ingin menjumpainya, burung ini terdapat di wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua dan pulau-pulau bagian timur Australia. Jika dikalkulasi, ada sekitar 40 spesies burung Cenderawasih yang hidup di Indonesia, 95% diantaranya menempati wilayah Papua. Tetapi habitat aslinya berada di hutan-hutan lebat dataran rendah.

2. Ritual Kawin

Cenderawasih jantan mempunyai bulu tubuh dengan warna cerah serta melakukan tarian agar Cenderawasih betina tertarik. Tarian yang ditampilkan sangat spektakuler karena selalu menonjolkan fleksibelnya bulu serta bentuk badan.

Layaknya manusia, burung jantan juga sangat serius mempersiapkan ritual menarinya bahkan mereka nampak membersihkan paruhnya hingga membereskan lingkungan sekitar, yaitu lokasi sarangnya yang akan digunakan sebagai panggung ritual tarian.

3. Jenis Kelamin

Anda baru bisa membedakan jenis kelamin pada burung Cendrawasih ini ketika usianya sudah tua karena ketika muda tubuhnya cenderung sama.

4. Usia Perkawinan

Burung jantan akan matang secara seksual pada usia 2 tahun dengan ciri pertumbuhan bulu lebih panjang dan lengkap. Sedangkan ciri yang sama juga dimiliki betina, namun baru pada usia 4 hingga 6 tahun, lebih lama dari si jantan.

Macam-Macam Burung Cendrawasih

Beberapa macamnya, seperti:

Lesser Bird of Paradise

Lesser Bird of Paradise

Burung yang biasa dijuluki Cendrawasih Kuning Kecil ini memiliki ukuran panjang berkisar 32 cm. Warna tubuh bagian depannya adalah merah kecoklatan, sedangkan bagian belakangnya cenderung berwarna kuning coklat.

Untuk betina, biasanya kepalanya berwarna cokelat dan memiliki sedikit bulu putih di bagian dada. Sementara ciri khas burung jantan memiliki bulu hijau di area tenggorokan. Bila Anda juga belum pernah melihat secara langsung, dapat diamati melalui gambar burung. Ciri lain Cendrawasih jantan adalah memiliki sepasang ekor panjang berwarna putih dan kuning.

Raggiana Bird of Paradise

Raggiana Bird of Paradise

Jenis burung Cendrawasih ini memiliki ukuran tubuh sedikit lebih panjang dari si Kuning Kecil, yaitu 35 cm. Berhiaskan bulu merah cokelat sedikit keabuan. Sedangkan kakinya berwarna coklat keabuan dan bagian mata berwarna kuning.

Selain itu juga memiliki mahkota berwarna kuning dan sedikit bulu hijau di daerah tenggorokan. Ciri itu adalah untuk burung jantan sedangkan betina berwarna coklat dan memiliki tubuh lebih kecil.

Ribbon-Tailed Astrapia

Ribbon-Tailed Astrapia

Kali ini ekor Burung Cendrawasih memiliki ukuran 3 kali lebih panjang dan membentang dari tubuhnya. Meski berukuran tubuh sama dengan jenis Kuning Kecil sekitar 32 cm, ukuran ekornya bisa mencapai 1 meter. Hingga meraih gelar penobatan ekor terpanjang.

Untuk membedakan mana betina dan jantan ada ciri khas yang signifikan, yaitu berwarna coklat pada betina dan corak hitam hijau pada burung jantan. Namun, jenis burung Cendrawasih ini sudah termasuk hewan langka di Indonesia.

Blue Bird of Paradise

Blue Bird of Paradise

Nama lainnya adalah burung Cendrawasih Biru. Saat nanti dewasa akan memiliki ukuran tubuh mencapai 31 cm. Pada umumnya mereka berbulu hitam dengan kaki sedikit cokelat dan bagian mata cenderung cokelat tua atau gelap pada betina. Untuk spesies jantan memiliki sayap biru, sehingga sering sekali disebut sebagai Blue Bird.

King of Saxony Bird of Paradise

King of Saxony Bird of Paradise

Beberapa jenis Burung Cendrawasih di atas rata-rata memiliki ukuran tubuh 30 cm. Khusus burung satu ini hanya memiliki ukuran panjang 22 cm. Tetapi bulunya lebih panjang dari jenis lainnya yaitu 41 cm sehingga sukses mencuri perhatian kaum betina.

Tubuhnya memiliki warna hitam, kakinya keabuan dengan mata cerah berwarna kuning. Burung ini lebih banyak ditemui di sekitar pegunungan Jayawijaya.

Cara Pelestarian Burung Cendrawasih

Burung Cendrawasih memang terkenal memiliki ragam warna unik layaknya Burung Jalak Bali dan terkesan sangat cantik. Namun, karena maraknya perburuan alam, spesiesnya terancam punah sehingga burung asal Papua ini sekarang susah ditemukan keberadaannya.

1. Penangkaran

Burung Cendrawasih masih tersisa di beberapa lokasi perlindungan, sehingga yang pertama harus dilakukan adalah mengembangbiakkan untuk memperbanyak populasi, bukan sekedar kepentingan pribadi. Selain itu, perlu mengamankan lokasi perlindungan agar tidak memungkinkan terjadi pencurian atau perburuan.

2. Perawatan

Selama proses pemeliharaan burung Cendrawasih, Anda harus memberikan perawatan terbaik. Hal ini agar si burung bisa hidup, tumbuh, berkembang maksimal dan memiliki birahi untuk berkembang biak.

Mulai dari pemenuhan segala kebutuhan seperti lingkungan tinggal yang berkualitas dan bersih, makanan cukup, perawatan rutin harian dengan cara-cara terbaik dengan memikirkan resiko kematian burung bila ditangani secara asal-asalan.

3. Pengembangbiakkan

Pembudidaya Burung Cendrawasih harus belajar cara mengembangbiakkan dengan efektif. Mulai dari perawatan, perkawinan, merangsang agar cepat bertelur hingga perawatan anak burung yang menetas di kemudian hari.

Hal ini bisa dilakukan dengan konsultasi ke pakar atau ahli, orang-orang yang berpengalaman atau dengan membaca berbagai referensi.

4. Tidak Memburunya

Satu hal yang sangat tidak boleh dilakukan bila ingin melestarikan keberadaan burung Cendrawasih adalah tidak memburunya. Memburu berarti secara perlahan Anda membunuhnya. Karena burung akan stress sehingga lama kelamaan akan kesakitan dan mati.

Selain itu, dalam agama pun dijelaskan ada 4 hewan yang tidak boleh dibunuh. Yaitu semut, lebah, shurad dan burung hud-hud yang juga mewakili jenis burung-burung lainnya.

5. Menjaga Ekosistem

Melestarikan burung Cendrawasih berarti Anda juga harus mencintai dan melestarikan ekosistemnya. Dengan cara menjaga kebersihan area hutan dan daerah hijau lainnya, tidak mengotori, melakukan reboisasi serta tidak melakukan penebangan pohon secara ilegal.

Sebab, hutan merupakan pusat penyedia oksigen terbaik yang sangat berpengaruh terhadap keberadaan burung Cendrawasih dan makhluk lainnya.

6. Melepaskan ke Alam

Untuk memberikan kebebasan kepada burung, ada baiknya tidak dirawat di rumah tetapi dilepaskan ke alam. Sebab burung butuh hidup bebas, di kurungan hanya akan membuatnya jenuh setiap hari.  Sehingga tidak bisa menggunakan kemampuan terbangnya dan kawin sendiri.

Begitu Indahnya makhluk hidup satu ini, kepunahan memang tidak bisa dihindari tetapi dapat dicegah terlebih dahulu dengan memberikan perawatan terbaik. Tidak hanya pada burung Cendrawasih saja, tetapi juga burung dan hewan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *