Mengenal Karakteristik Burung Kasuari dan Sisi Menarik Darinya

Burung kasuari merupakan salah satu spesies burung yang unik dan menarik. Karenanya, tidak sedikit orang ingin memburunya, sehingga menyebabkan jumahnya terus berkurang. Namun, di sisi lain Anda juga harus berhati-hati sebab spesies ini sangatlah berbahaya.

Namun bagi Anda yang ingin mengenal lebih dalam mengenai burung kasuari, bisa membaca artikel yang kami sampaikan dibawah ini. Mulai dari karakteristik, makanan, habitat, serta hal-hal menarik tentangnya yang disebut paling berbahaya, tidak bisa terbang, dan bisa berlari sangat cepat.

Karakteristik Burung Kasuari

Burung Kasuari merupakan salah satu burung yang sangat unik. Untuk karakteristiknya, burung ini memiliki ukuran tubuh sangat besar, tidak terkecuali jenis Kasuari Kerdil. Meskipun kerdil, namun tetap saja tubuhnya memiliki ukuran lumayan besar.

Selain itu, Burung Kasuari dewasa bisa tumbuh tinggi hingga mencapai 170 cm. Dengan dibekali bulu berwarna hitam yang keras dan juga kaku. Untuk burung dewasa, biasanya beratnya mulai dari 25 kg sampai dengan 60 kg.

Tidak sama dengan burung kakak tua, jenis ini mempunyai sebuah tanduk yang tinggi berwarna kecokelatan. Tanduk burung betina biasanya memiliki bentuk serupa dengan burung jantan, namun ukurannya lebih besar dan juga lebih dominan.

Burung Kasuari Semakin Langka

Burung Kasuari digolongkan ke dalam hewan langka karena populasinya yang hanya terdapat di daerah ekologi atau zona tertentu saja, yaitu sebatas di Indonesia bagian timur. Persebaran satwa endemik tanah Papua ini semakin mendekati punah karena beberapa hal.

Baik karena perambahan hutan, perdagangan ilegal ataupun perburuan liar sehingga menyebabkan burung ini di ambang kepunahan. Selain itu, lingkungan yang sudah tidak mendukung keberadaannya  juga semakin mempercepat berkurangnya jumlah mereka.

Rusaknya alam ini bisa saja disebabkan karena adanya pembalakan liar, kebakaran hutan, bencana alam dan konversi hutan menjadi areal untuk pemanfaatan lain seperti pemukiman penduduk, perkebunan, pertambangan, transmigrasi dan lain-lain.

Beberapa Fakta Mengenai Burung Kasuari

Karena semakin langka populasinya, sebaiknya jangan memburu ataupun merusak habitatnya. Jika perlu rawat dan beri makan untuk kelangsungan hidupnya. Namun, sebelum itu kenali lebih dekat mengenai burung ini dengan memahami beberapa fakta berikut ini:

1. Sifat

Untuk sifat dari Burung Kasuari ini, sebenarnya  mereka termasuk jenis hewan pemalu jika tidak merasa terganggu. Namun, jika merasa dalam bahaya, burung ini akan berubah menjadi binatang galak dan sangat agresif. Meskipun sudah diperingatkan untuk tidak mendekati burung ini.

Namun, tetap saja banyak orang penasaran yang akhirnya menjadi korban serangannya. Burung ini juga termasuk salah satu jenis satwa yang sangat sulit untuk dipelihara di kebun binatang karena penjaga yang merawat mereka sangat rentan mengalami cedera.

2. Makanan Burung Kasuari

Tidak berbeda dengan jenis burung lainnya, makanan utama dari Burung Kasuari ini adalah serangga, buah-buahan dan ada kalanya makan batu-batuan kecil. Burung ini menangkap mangsanya dengan cara mengejar dan  mematuk terutama pada serangga yang berterbangan.

Jenis buah yang paling disukai oleh Burung Kasuari adalah jambu atau buah lain yang memiliki kulit tebal dan biasanya tergeletak di atas tanah. Setelah tergeletak di tanah, burung ini akan segera mematuk dan menjepitnya kemudian menghentakkan kepalanya sambil menengadahkan ke atas.

3. Habitat

Burung Kasuari merupakan fauna identitas dari provinsi Papua Barat yang terdiri dari 3 spesies dan keberadaannya pun juga sangat dilindungi oleh Negara. Ketiga spesies tersebut antara lain Kasuari Gelambir Tunggal, Kasuari Gelambir Ganda dan juga Kasuari Kerdil.

Untuk Kasuari Gelambir Tunggal dan Kasuari Kerdil, mereka merupakan satwa endemik pulau Papua yang artinya hanya bisa hidup di daerah Papua saja. Namun, untuk kasuari jenis Gelambir Ganda, mereka juga bisa ditemukan di daerah Maluku dan Australia bagian timur.

Hal Menarik tentang Burung Kasuari

Ternyata Burung Kasuari ini sangatlah berbeda dengan burung puyuh dan aneka jenis burung lain. Banyak sekali hal menarik yang perlu Anda ketahui tentang burung ini, karena salah sedikit saja Anda bisa terancam dalam bahaya. Apa saja hal menariknya? Berikut beberapa ulasannya:

1. Burung Paling Berbahaya

Hal menarik pertama yang harus Anda ketahui mengenai burung Kasuari adalah burung ini dinobatkan sebagai burung paling berbahaya di dunia. Penyebabnya adalah karena Kasuari memiliki kaki kuat dan juga cakar yang amat tajam. Sehingga, ketika diusik mereka akan menyerang dengan cara mencakar.

Musuh yang diserang oleh cakar Kasuari ini bisa sampai menderita luka pada organ dalam yang menyebabkan pendarahan. Dengan gelar burung paling berbahaya  di seluruh dunia, burung ini juga sangat brutal dan mematikan, bahkan mampu membuat tulang retak dan juga patah.

2. Burung yang Tidak Bisa Terbang

Burung Kasuari masuk kedalam kelompok Casuariidae. Kelompok ini memang terdiri dari burung yang berukuran besar namun tidak dapat terbang. Hal yang menjadi alasan kenapa burung ini tidak bisa terbang adalah karena bobot tubuhnya yang sangat berat.

Dalam struktur kerangkanya, gambar burung ini memiliki tulang sayap yang secara proporsional ukurannya jauh lebih kecil ketimbang badannya. Burung semacam ini memiliki sternum atau tulang bagian bawah di dada, tetapi tidak memiliki tulang stabil di mana otot terbang akan menempel.

3. Mampu Berlari Cepat

Burung Kasuari merupakan burung besar yang indah dan juga menawan. Namun di balik keindahannya tersebut, burung ini memiliki sifat yang agresif dan cenderung galak jika diganggu. Bahkan jika dalam keadaan marah, mereka tidak segan-segan mengejar korban.

Karena dibekali dengan kaki yang sangat kuat, burung ini tergolong sebagi burung pelari cepat bahkan bisa mencapai 40 kilometer per jam. Dengan panjang kaki mencapai 18 cm, tidak heran jika langkahnya juga lumayan panjang.

4. Termasuk Burung Terbesar di Dunia

Burung Kasuari ini juga merupakan salah satu spesies burung paling tinggi ketiga dan paling berat kedua di dunia setelah burung Unta dan Emu. Untuk Kasuari Selatan bahkan bisa memiliki tinggi mencapai 170 cm lebih dengan berat betina rata-rata 60 kg dan pejantan sekitar 34 kg.

Namun sementara itu, untuk Kasuari Kerdil atau spesies kasuari paling kecil, ia akan tumbuh dengan tinggi antara 90-150 cm dengan berat antara 17,6-26 kg saja. Sama seperti namanya, Kasuari Kerdil ini tumbuh lebih kecil dari jenis kasuari lainnya.

5. Bulu Bisa Berubah

Bulu Burung Kasuari juga terbilang cukup unik. Untuk yang sudah dewasa, bulunya berwarna hitam legam, kaku dan juga pendek. Sedangkan bulu anak Kasuari berwarna coklat pucat dengan garis-garis memanjang dari kepala namun ekornya berwarna coklat sedikit gelap.

Perubahan warna bulu dari coklat bergaris menjadi coklat polos ini terjadi pada umur sekitar 6 bulan. Kemudian berubah dari coklat menjadi hitam legam setelah mencapai umur dewasa, yaitu sekitar 4 tahun. Burung Kasuari juga memiliki daerah teritori dan hidup secara soliter saat mengasuh anak.

Dengan segala ciri khas dan keunikannya, Indonesia harus berbangga dan mendukung lestarinya satwa langka ini. Dengan mengenal lebih dalam mengenai Burung Kasuari, diharapkan semua orang harus selalu menjaga ekosistemnya. Namun tetap waspada dan berhati-hati ketika menjumpainya.

Tinggalkan komentar