Jalak Bali: Si Putih Cantik yang Hampir Punah

Burung Jalak Bali – Fauna di Indonesia begitu beragam adanya. Mulai dari hewan berkaki empat, dua, hingga unggas sebangsa burung. Salah satunya, satwa khas milik pulau Dewata ini. Tidak hanya anjing Kintamani yang menjadi primadona, namun juga burung jalak bali dengan bulu putih melingkupi badannya.

Satwa khas Bali ini memiliki ukuran tubuh yang terbilang sedang hingga kecil. Panjangnya hanya sekitar 25cm. Dikenalkan kepada dunia pertama kali oleh orang berkebangsaan Inggris bernama Walter Rothschild di tahun 1912 dan lebih dikenal warga sekitar dengan nama “Curik” ketimbang Jalak.

Ciri Burung Jalak Bali (Kecil nan Indah)

Sama seperti fauna lain, jalak bali memiliki ciri khas tersendiri, sehingga bisa menjadi pembeda dengan jenis lain. Hal ini tidak hanya membawa manfaat bagi peneliti, namun juga para pecinta hewan terutama burung. Di bawah akan dijelaskan lebih lanjut perbedaannya:

  • Bulu Putih Bersih, Hampir keseluruhan tubuh burung jalak bali tertutupi oleh bulu berwarna putih bersih. Kecuali pada paruh, kaki serta seputar mata. Ditemukan juga warna hitam dengan lebar sekitar 25mm pada ujung sayapnya.
  • Pelupuk Mata Biru, Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa ada beberapa bagian berbeda warna dari tubuh burung khas pulau Bali ini. Salah satunya yaitu seputar mata, terlebih pada pelupuknya. Diliputi warna biru tua, menjadikan satwa ini terlihat begitu kontras dengan lainnya.
  • Paruh Kuning Runcing, Seperti kebanyakan burung, paruh yang berbentuk runcing panjang tanpa lengkungan tajam berfungsi untuk memakan satwa kecil lain seperti serangga.
    Sama halnya dengan jalak bali ini. Ditambah warnanya kuning mencolok berujung coklat tua dengan ukuran 2 sampai 3 cm.
  • Rahang Abu-abu, Sedikit berbeda warna pada bagian paruh yang kuning terang, rahang jalak bali malah berwarna abu-abu gelap. Mungkin tidak terlalu kentara bahkan beberapa menganggapnya hitam. Tetapi, ketika Anda minimal melihat gambar burung tersebut dengan detail, akan terlihat perbedaannya.
  • Burung Kecil nan Ringan, Bila diukur dari ujung kepala hingga ekor, jalak bali hanya mempunyai panjang kurang lebih 25cm.
    Dengan paruh berukuran 3cm, kepala 5cm, leher 2cm, sayap 13cm masing-masingnya memiliki 11-12 helai bulu berujung kehitaman serta lutut hingga ujung kaki sekitar 4cm.
  • Pemakan Serangga, Di alam liar burung jalak bali cenderung memakan serangga kecil serta berprotein tinggi sesuai dengan bentuk paruhnya yang panjang dan lancip.
    Makanannya beragam, mulai dari berbagai jenis ulat, kelabang, cacing, lipas, belalang, laba-laba bahkan berudu atau kecebong.

Sementara pada bagian ekor memiliki panjang 6cm dengan 16 – 17 helai bulu tersusun di sana. Ujungnya berwarna sedikit kehitaman, sama seperti bagian sayap sekitar 2cm. Berat badan yang dimiliki burung ini hanya sekitar 107,75 gram.

Burung jantan memiliki kepala lebih besar dengan jambul panjang dan tubuh gagah. Sedangkan betina berukuran relatif kecil, pendek serta bentuk badan ramping. Sangat mudah untuk membedakan keduanya.

Ancaman Jalak Bali

Sama seperti jenis aves lain, burung cendrawasih misalnya, bulu jalak bali yang indah masih menjadi buruan para tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Dengan kebiasaanya yang suka tinggal di tempat terbuka daripada dalam sangkar, membuat pemburu lebih mudah menemukannya.

Habitat Jalak Bali

Sama seperti namanya, burung ini memiliki pesebaran di wilayah Taman Nasional Bali Barat, Tegal Bunder, Lampu Merah, Batu Gondang, Prapat Agung, Batu Licin serta Teluk Brumbun. Lebih spesifik, mereka suka menetap dalam area hutan seperti mangrove, rawa, dataran rendah serta savana.

Reproduksi Jalak Bali

Dalam urutan hewan paling setia, jalak bali termasuk di dalamnya. Burung ini termasuk jenis monogamus, sehingga sepanjang hidupnya hanya memiliki satu pasangan. Dengan usia mulai kawin sekitar 7 – 9 bulan, berjumlah telur maksimal 3 butir. Induk akan mengeraminya selama 14 – 16 hari.

Menghasilkan perbandingan 1:1 antara kematian dan kelahiran. Masa produksi burung jantan yaitu selama 17 tahun, sedangkan betina 12 tahun. Jalak bali akan kembali bertelur kalau anak pada tetasan pertama sudah berumur sekitar 4 – 5 minggu, mungkin juga bisa sampai 2 bulan.

Populasi Jalak Bali

Ketika pertama kali ditemukan sekitar tahun 1910, populasi burung ini di alam terbilang banyak dan dalam batas normal, sekitar 300 sampai 900 ekor. Tetapi pada era 80-an, sensus pada satwa menunjukkan jumlahnya terus menurun. Bahkan di akhir 90-an, hanya ada 6 – 4 individu di alam.

Sedikit menggembirakan, pada awal dekade 2000-an, tercatat ada 65 ekor dewasa dengan 62 anak-anak jalak bali di Nusa Penida. Jumlah sedikit bertambah hingga sekarang menunjukkan maksimal 115 individu burung ini di alam. Para pegiat dunia satwa sangat berharap populasinya bisa meningkat.

Berita sedikit menggembirakan datang dari Taman Nasional Bali Barat pada awal tahun 2019. Berdasarkan side monitoring yang dilakukan terhadap salah satu jenis burung Jalak ini, populasinya menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat, di alam ada sekitar 191 ekor.

Aktivitas Harian

Jalak bali termasuk hewan yang suka hidup bergerombol. Pada pagi hari mereka akan berkeliling habitat untuk mencari makan. Dan ketika matahari hendak terbenam, burung-burung itu kembali lagi. Sarangnya selalu dibuat di lubang-lubang pohon dengan tinggi sekitar 5 – 7 m dari tanah.

Saat musim kawin tiba, yaitu pada bulan September hingga Desember, mereka akan terbang berpasang-pasangan sebelum memutuskan untuk membuat sarang. Radius pergerakannya juga lumayan jauh, yaitu sekitar 3 – 10km tergantung dari keadaan lingkungan saat itu.

Jalak bali merupakan burung yang suka kebersihan. Setiap hari mereka selalu mencipratkan air dari kolam ke seluruh tubuhnya. Setelahnya, akan dikeringkan dengan cara menggigit-gigit kecil bulunya. Satwa ini juga menyukai berjemur, sehingga seringkali dijumpai pada ranting-ranting pohon tinggi.

Merawat Jalak Bali

Sebenarnya, bagi masyarakat umum merawat jalak bali tidak diperbolehkan. Bila ingin, harus ada sertifikat atau surat resmi dari penangkaran terkait serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jika dilakukan tanpa seizin pihak berwajib, tentu hukuman berat akan menanti.

Mengingat jumlahnya di alam sedikit sementara pihak Taman Nasional Bali Barat masih mengonsetrasikannya di sana, jadi burung ini masih masuk dalam kategori terancam punah. Semua usaha terus dikerahkan agar jumlah jalak bali bisa kembali normal seperti pertama kali ditemukan.

Masih banyak sekali pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang memburu serta menjual burung ini dalam penyelundupan secara ilegal. Untuk itu, diharapkan juga bagi masyarakat membantu pemerintah serta para pegiat dunia satwa agar selalu melestarikan jalak bali.

Predator Jalak Bali

Jalak bali juga tidak memiliki bulu lebar seperti burung Merak untuk menangkal atau mengecoh predator. Ukuran tubuhnya yang kecil memudahkan mereka untuk dijadikan santapan. Sehingga, pemburu alami hewan tersebut yaitu biawak dan ular lebih mudah dalam menangkapnya.

Itu tadi beberapa informasi terkait jalak bali atau Curik yang masih masuk dalam daftar satwa terancam punah. Burung ini hanya bisa dijumpai di Indonesia, utamanya Bali. Tidak terdapat pada belahan bumi lain. Oleh sebab itu, pelestarian harus terus digalakkan agar eksistensinya tetap ada.

Tinggalkan komentar