6 Tanda Penyakit Pada Kucing – Kapan Harus Membawa Kucing Anda ke Dokter Hewan

Tanda Penyakit Pada Kucing

Kucing terkenal suka menyembunyikan tanda-tanda penyakit, jadi penting untuk mengetahui apa saja tanda-tanda itu jika mereka sakit. Penyakit akut dapat mengancam jiwa, jadi penting untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda penyakit. Jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda ini pada kucing Anda, segera bawa ke dokter hewan.

Penurunan atau kenaikan berat badan yang tidak biasa

Sama seperti manusia, kucing juga bisa kelebihan atau kekurangan berat badan. Salah satu tanda penyakit yang paling umum pada kucing adalah penurunan berat badan secara tiba-tiba. Hal ini biasanya disebabkan oleh kucing yang tidak makan atau makan jauh lebih sedikit dari biasanya. Jika kucing Anda lesu dan tidur lebih banyak dari biasanya, mungkin kucing Anda sedang kesakitan dan tidak makan karena penyakitnya. Penurunan berat badan juga dapat terjadi karena kanker pada kucing Anda.

Perubahan berat badan beberapa kilogram tidak perlu dikhawatirkan, tetapi sebaiknya Anda membawa kucing Anda ke dokter hewan jika Anda tidak tahu apa yang menyebabkan perubahan berat badan tersebut. Perubahan berat badan yang tidak terduga dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan kucing Anda.

Perubahan suasana hati

Salah satu tanda penyakit yang paling umum pada kucing adalah perubahan suasana hati. Kucing memiliki bahasa tubuh yang khas yang dapat dengan mudah memberi tahu Anda jika mereka sedang kesakitan, tidak nyaman, atau stres. Misalnya, jika kucing Anda biasanya sangat vokal, tetapi tiba-tiba menjadi pendiam, itu adalah tanda bahwa ada sesuatu yang salah.

Saat kucing sakit, ia sering kali kehilangan nafsu makan dan menjadi lesu. Jika kucing Anda biasanya penuh energi, tetapi tiba-tiba lebih banyak tidur dan tidak banyak bermain, ini bisa jadi merupakan tanda penyakit serius. Jika kucing menunjukkan perilaku yang lebih agresif daripada biasanya, ini juga bisa menjadi tanda penyakit. Pastikan untuk membawa kucing Anda ke klinik yang ramah seperti Pawlyclinic untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

Rasa haus yang berlebihan

Rasa haus yang berlebihan adalah salah satu masalah kesehatan kucing yang harus Anda waspadai. Banyak pemilik hewan peliharaan yang hanya berasumsi bahwa kucing tidak minum air sebanyak anjing dan mereka akan minum ketika mereka haus. Jika kucing sakit, mereka cenderung minum lebih banyak. Anda mungkin melihat mereka minum lebih banyak air atau sering menjilat kaki atau mulut mereka. Ini semua adalah tanda-tanda kucing sakit, dan Anda mungkin perlu mengunjungi dokter hewan.

Perubahan dalam penampilan

Hal pertama yang harus dicari adalah perubahan penampilan kucing Anda. Apakah kucing Anda mengalami kesulitan untuk merawat dirinya sendiri? Apakah ada bercak botak atau ruam pada kulit kucing Anda? Apakah kucing Anda mengalami penurunan berat badan atau kenaikan berat badan? Apakah pola tidur kucing Anda berubah? Ini semua adalah tanda-tanda penyakit pada kucing Anda. Perubahan perilaku, seperti kurangnya energi, juga bisa menjadi tanda penyakit.

Muntah

Jika kucing Anda muntah, penting untuk mengetahui apakah muntahannya mengandung darah, empedu, dan/atau lendir. Hal ini akan menentukan tingkat keparahan penyakitnya dan apakah Anda harus menghubungi dokter hewan Anda atau tidak. Jika muntahannya mengandung darah, dokter hewan Anda kemungkinan akan mengambil sampel darah untuk menentukan apakah kucing Anda menderita maag. Empedu berwarna hijau kekuningan dan diproduksi oleh hati untuk memecah lemak. Lendir juga diproduksi oleh hati dan merupakan zat yang bening dan lengket. Jika kucing Anda memuntahkan campuran darah, empedu, dan/atau lendir, penting untuk segera menghubungi dokter hewan Anda atau hubungi Konsultasi Dokter Hewan online untuk mendapatkan jawaban cepat atas pertanyaan Anda. Jika kucing Anda muntah dan hanya berupa lendir bening, mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hal ini normal dan kemungkinan besar akibat kucing Anda makan terlalu cepat atau sedang stres.

Perubahan dalam sosialisasi

Kucing adalah makhluk yang sangat sosial, dan mereka bergantung pada pemiliknya untuk mendapatkan kasih sayang dan waktu bermain. Jika kucing Anda tiba-tiba menghindari waktu bermain atau interaksi sosial lainnya, hal ini bisa jadi merupakan tanda adanya masalah yang lebih besar. Kucing yang sakit atau mengalami stres berat dalam hidupnya sering kali berhenti mencari interaksi sosial.

Salah satu gejala penyakit yang paling jelas pada kucing adalah perubahan perilaku yang nyata. Seekor kucing, yang tadinya lincah, mungkin menjadi lesu. Hal ini sering kali merupakan tanda kurangnya nafsu makan atau sakit. Kucing yang tadinya penyayang dan ramah, bisa menjadi agresif. Ini juga merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Perilaku agresif bisa jadi akibat kucing yang menderita sakit. Jika kucing sakit, hal pertama yang akan dilakukannya adalah mengisolasi dirinya dari anggota keluarga lainnya. Kucing juga dapat menunjukkan tanda-tanda tertekan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.